Selasa, 01 April 2014

TRIP TO PELABUHAN RATU and SAWARNA BEACH


Saya beserta teman-teman dari PSY’13 dan teman-teman reguler sore, berencana liburan ke Pelabuhan Ratu dan Pantai Sawarna, kami semua belum pernah kesana, Kami mendapatkan informasi dari banyak teman yang bilang kalau Pantai Sawarna itu indah sekali. Pantai Sawarna terletak di daerah Banten, Jawa Barat.
            Sabtu, 11 Januari 2014, kami memutuskan untuk berangkat kesana, tanpa di sangka banyak sekali yang berminat untuk ikut kesana sekitar 14 orang. Kami berangkat menggunakan mobil, awalnya kami berencana untuk touring di karena kan cuaca tidak menentu demi keselamatan bersama, akhirnya kami sepakat menggunakan mobil.
            Seperti biasanya sabtu kami masuk kuliah, dan setelah jam kuliah selesai kami berencana berangkat sekitar pukul 15:00 WIB. Di karenakan ada sedikit masalah, keberangkatan ditunda, dan akhirnya kami berangkat sore hari sekitar pukul 16:30 WIB. Di pertengahan jalan, tepat nya di ujung JL. OTISTA kami ketilang Polisi (Di karenakan salah jalur), dan akhirnya kami berdamai dengan Polisi, tapi tetap yaa di mintain uang. hehehehe..
            Dari kejadian itu saya langsung punya pemikiran “ Sepertinya ini alamat buruk untuk perjalanan selanjutnya”. Tapi kami tetap melanjutkan perjalanan untuk sampai ke Pantai Sawarna, di dalam mobil kami berdo’a bersama-sama supaya tidak ada lagi halangan. Kami melintasi kota bogor dan mengambil arah ke kota Sukabumi, sebelum sampai di kota Sukabumi kami melintasi jalan yang berlika-liku, licin, dan jalan yang curam, tepatnya di daerah Cikidang.
            Kami sampai di daerah Cikidang pun malam hari dan tidak ada penerangan lampu disana, hanya penerangan lampu dari mobil saja, Kanan-kiri kami pun Hutan dan Jurang. Sebenarnya kalau kami melintasi jalan tersebut di pagi atau siang hari akan terlihat pemandangan yang indah sekali, di karenakan kami melintasi jalanan tersebut malam hari yang ada hanya rasa takut yang terlintas di pikiran. Hujan pun turun dan kabut tebal ikut menyelimuti dalam perjalanan kami, rasa takut pun bertambah. Sempat terlintas di pikiran saya “ untuk berhenti sampai esok hari, namun di satu sisi terlintas pikiran lain kalau kami berhenti takut terjadi yang tidak di inginkan karena posisi kami ada di tengah-tengah hutan”, teman mengemudikan mobil dengan pelan-pelan dan ada salah satu teman yang mabuk perjalanan, saya paham betul rasanya itu karena jalanan memang sungguh ekstrim, akhirnya kami menemukan rumah warga disekitar pinggir jalanan tersebut, kami berhenti sejenak untuk beristirahat dan menghirup udara segar diluar, dikarenakan masih jauh kami melanjutkan perjalanan kembali, belum lama melanjutkan perjalanan saya juga merasakan sedikit pusing dan mual , akhirnya saya berniat untuk tidur, seperti baru memejamkan mata ternyata sudah sampai di daerah Pelabuhan Ratu.
            Kami sepakat berhenti untuk beristirahat dan menyewa penginapan dipinggir pantai Pelabuhan Ratu,badan sudah berasa remuk ingin istirahat tetapi malah pada main “ kartu “, sambil bercanda bersama melepas penat yang ada dan tak terasa waktu menunjukan pukul 04:30 WIB, mata pun sudah tidak kuat menahan rasa ngantuk, akhirnya kami tidur dan sekitar pukul 06:00 WIB saya bangun bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan ke Pantai Sawarna, tetapi sebelum menuju kesana saya dan beberapa teman menyempatkan untuk melihat sebentar Pantai Pelabuhan Ratu, kami hanya dipinggir dan berfoto-foto. Ombaknya sangat besar, mungkin saat itu air laut sedang pasang.
            
 
Diambil saat dipinggir pantai pelabuhan ratu ( 1 )
                                          

Diambil  saat di Penginapan daerah pelabuhan ratu ( 2 )

                Menurut kabar berita yang pernah saya dengar setiap tanggal 06 April para nelayan di Pelabuhan Ratu melakukan Upacara Laut berupa persembahan kepala kerbau dan sesaji lainnya. Tujuannya agar mendapat keselamatan,perlindungan, dan hasil tangkapan ikan yang melimpah. Sebagai upaya melestarikan legenda itu, Samudera Beach Hotel di Pelabuhan Ratu pun menyediakan kamar khusus bernomor 308 sebagai tempat peristirahatan Sang Ratu, Mereka melakukan tradisi tersebut untuk meredam kemarahan Sang Ratu Nyi Roro Kidul. Konon ceritanya banyak nelayan yang secara tidak diduga melihat sosok putri cantik jelita yang tiba-tiba muncul dari balik gulungan ombak, benarkah demikian ? Entahlah. Untuk kepentingan pariwisata, legenda Nyi Roro Kidul tetap di lestarikan, karena merupakan salah satu daya tarik budaya berbau mistik yang cukup disenangi wisatawan (domestic).
            Dikarenakan perjalanan yang masih jauh saya dan beberapa teman kembali ke penginapan dan ternyata teman-teman yang lain sudah siap untuk melanjutan perjalanan kembali. Sekitar pukul 07:30 WIB, kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Sawarna , jalanan pun tidak kalah extrim dengan Cikidang, bedanya perjalanan ini di pagi hari sehingga kami bisa menikmati pemandangan yang indah. Sekitar 3 jam kemudian kami sampai juga di Pantai Sawarna, dan ternyata untuk menuju ke Pantainya masih jauh itu pun bisa di tempuh dengan berjalan kaki atau sepeda motor karena jalanan yang sempit dan melintasi jembatan goyang yang terbuat dari kayu.
            Kami sepakat untuk menggunakan jasa Ojek sepedah motor. Di karenakan dengan berjalan kaki memakan waktu sekitar 1 jam, Sesampainya di Pantai Sawarna kami terpukau akan keindahan Pantai tersebut, Sejauh mata memandang yang ada hanya keindahan, saya berdiri memandangi semua keindahan alam betapa anugerah yang engkau berikan begitu luar biasa dan  kesombongan yang pernah ada hilang begitu saja.
            Saya ingin berteriak sekeras-kerasnya agar semua beban dan penat hilang, tetapi saya malu sama teman-teman. Kami mulai menikmati keindahan yang di berikan Sang Maha Pencipta, Kami berlari-lari kesana kemari, berfoto-foto ,  bercanda gurau, Saya melihat wajah teman-teman penuh keceriaan, Cuaca sangat mendukung dan perut mulai lapar karena dari pagi kami belum sarapan, akhirnya kami menjauh dari pantai tersebut untuk memesan makanan,  hampir 1 jam makanan tidak kunjung datang, mata pun sudah mulai mengantuk tapi perut lapar, entah bagaimana rasanya, saya juga binggung..?? Hehehe.. Belum lama memejamkan mata akhirnya yang di tunggu datang juga dalam hati berkata: “Alhamdullilah akhirnya ketemu nasi juga”, sungguh nikmat makan sambil memandangi Pantai Sawarna.
            Setelah selesai makan kami menuju Pantai Sawarna pasir putih yang lebih indah dari pantai sebelumnya. Disana kami bermain sepak bola, bermain pasir, berlari-lari seperti anak kecil dan seperti biasa kami selalu mengabadikan moment yang sangat indah dengan foto-foto bersama, “ seperti dibawah  ini nihh “.
 
Tiba di Pantai Sawarna ( 3 )




 
Wanita2 perkasa .. hahaha ( 4 )

Saat di pantai pasir putih , tak jauh dari pantai sawarna ( 5 )



            Hari semakin siang mengingat perjalanan yang sangat jauh, tidak lama kami bergegas untuk pulang ke Jakarta. Sekitar pukul 13:30 WIB kami sudah rapih dan berjalan kaki setapak demi setapak, kami meninggalkan Pantai Sawarna. 1 jam kemudian sesampainya di parkiran mobil disitu ternyata ada sedikit masalah “yaaaa.. kunci mobil di dalam dan terkunci dari luar”, Salah satu teman ada yang bertanya kepada saya  “bagaimana yaa caranya agar terbuka pintu mobilnya?”, Secara tegas saya menjawabnya “ dengan menggunakan penggaris besi “ karena memang saya pernah mengalami hal seperti itu. Akhirnya salah satu teman saya ada yang mencari alat tersebut, sementara teman yang lain meminta pertolongan oleh warga setempat. Waktu berjalan sampai pukul 15:30 WIB dan belum bisa terbuka pintu mobilnya, dengan penuh semangat segala macam cara lain di coba tetapi tidak berhasil juga, saya melihat wajah-wajah keceriaan berubah menjadi panik. Tetapi mereka mencoba membuka pintu mobil dengan alat yang saya beritahukan dan pastinya dengan bantuan warga setempat juga. Salah satu teman ada yang merasa tidak senang hati kalau hanya menunggu mobil yang terkunci, teman saya berkata “sepertinya pintu mobil ini susah di buka dan kemungkinan tidak dapat di buka, bagaimana kalau mobil yang satu ini berangkat duluan..??”. saya dan teman yang lain hanya bisa terdiam, Saya berpikir “ kami berangkat bersama-sama, masa iya pulang ke Jakarta misah, dan ternyata yang lain berpikir sama dengan saya”, dan kami memutuskan kalau kami akan menunggunya sampai pukul 16:00 WIB, jika memang pukul 16:00 WIB belum terbuka pintu mobilnya dengan terpaksa kami berangkat duluan, dikarenakan hari Senin banyak yang masuk Kerja. Dari situ saya melihat wajah-wajah semakin panik.
            Keceriaan yang tadi ada hilang “namanya musibah siapa yang tau..??”, tepat pukul 16:00 WIB kami dengan berat hati bersiap-siap untuk berangkat ke Jakarta duluan, tetapi keajaiban datang salah satu teman berteriak “ hay teman pintu mobil terbuka!!! “, kami semua mengucapkan alhamdullilah sambil tersenyum lebar, wajah-wajah kepanikan mulai hilang dan berubah menjadi ceria, kami bergegas untuk meninggalkan tempat tersebut karena memang waktu sudah sore, yang awalnya kami berangkat melintasi Kota Sukabumi kali ini melintasi Kota Banten.
            Perjalanan pulang dimulai, sepanjang jalan kami melihat keindahan alam yang luar biasa indahnya, sebelah kiri ada pantai dan sebelah kanan ada pegunungan, dalam hati berkata “nikmat mana lagi yang saya dustakan ??” , lepas dari pantai disepanjang perjalanan hanya ada hutan, jalanan pun sangat rusak parah, ditambah lagi turun hujan deras, dalam hati hanya bisa berdoa “ semoga selamat sampai tujuan dan tak ada lagi halangan apapun, berjam-jam kami melintasi jalanan tersebut tetapi seperti tidak ada ujungnya, GPS dimobil pun hilang sinyalnya tetapi Alhamdulillah masih ada GPS dari Handphone salah satu teman. Tidak lama saya merasakan ada sesuatu yang aneh dimobil, entah apa itu. Kami masih tetap berjalan, sebagian jalan sedang diperbaiki dan yaaahhh … ditengah hutan saja macet karena ada perbaikan jalan. Disitulah ketahuan yang saya rasakan ada keanehan dimobil tadi ternyata ban mobil belakang bocor, sontak kami berbicara “ Ya Allah .. cobaan lagi “ sambil menghela nafas panjang. Kami turun dari mobil melihat ban tersebut dan menggantinya, sambil hujan-hujanan mereka tetap semangat mengganti ban mobil itu sementara saya hanya bisa melihat dari kejauhan sambil berteduh. Kira-kira setengah jam dan akhirnya kelar sudah. Kami melanjutkan perjalanan, dalam hati saya berdoa lagi “Semoga ini kendala perjalanan yang terakhir” . Mata sudah tidak kuat menahan rasa ngantuk, berjam-jam kami melintasi jalan tersebut tetapi masih belum menemukan ujungnya, saya pun tertidur dan saat mata terbuka saya melihat di kaca mobil ternyata pemandangannya sudah berganti menjadi gedung-gedung tinggi, saya tersenyum dan mengucapkan Alhamdulillah akhirnyaa Jakarta juga.
            Dari berangkat sampai pulang lagi ke Jakarta mobil 1 dan 2 selalu beriringan, akhirnya di salah satu tol Jakarta kami berpisah, 1 mobil arah ke kampus ( Azzahra ) dan 1 mobil lagi arah ke Pasar Minggu, sementara saya ikut mobil yang ke kampus. Tepat pukul 02.00 WIB kami sampai dikampus, kami bergegas keluar dari dari mobil dan mengambil sepeda motor yang kami titipkan di area parkir kampus, tetapi disitu ada masalah kecil lagi, yaaa kami tidak dapat pintu, mencoba membangunkan penjaga kampus tetapi hasilnya nihil.
            Kami saling bertatap muka dan sama-sama bingung ingin melakukan apa, setelah perbincangan yang cukup lama dan sambil menunggu pagi akhirnya mereka mengantarkan saya pulang terlebih dahulu, disepanjang jalan saya merenung “ Kadang keinginan dan kenyataan tidak pernah sejalan, sebelum berangkat saya berfikir perjalanan akan lancar , menyenangkan dan tidak ada kendala apapun, namun diluar dugaan banyak terjadi kendala dan hambatan, tetapi kami menyikapinya dengan rasa sabar, tenang dan saling bekerja sama padahal kami kuliah hanya setiap hari sabtu, bertemu juga masih sekitar 15x pertemuan, tetapi solidaritas mereka tinggi dan kami seperti sudah kenal lama, dari awal berangkat sampai pulang banyak sekali kendala diperjalanan dan disitu saya melihat tidak ada satu pun yang mengeluh atau menyalahkan salah satu teman atau apalah, yang ada susah senang kami jalani, rasakan dan hadapi bersama-sama.”
Dengan kejadian kemarin saya sekarang lebih bersyukur karena Allah telah mengirimkan teman-teman seperti mereka, dan saya juga lebih bisa mengenal karakter pribadi mereka masing-masing.



Rabu, 22 Juni 2011

sahabat


Aku tak pernah berharap menjadi orang yang penting di dalam hidupmu , itu terlalu berlebihan ...
aku hanya ingin suatu hari nanti , jika kamu mendengar namaku .. kamu kan tersenyum dan berkata :

itu sahabatku :)

Kamis, 20 Mei 2010

yui

iseng

kurang kerjaan


Begini nih kalau lagi gak ada kerjaan .. suka iseng gabungin foto ku sama basam dan alhasil kite punya baby seperti itu ..

~ Just For Fun ~

Jumat, 22 Januari 2010

Tjinta


Kadang sesuatu yang dikejar malah menjauh .. tapi giliran kita biarkan  malah mendekat .. mungkin memang benar ,sejatinya men-tjinta itu melepaskan